Truk BBM Terbakar Tabrak Rumah, 2 Tewas
Rabu, 1 Desember 2010 | 23:21 WIB
JEMBER, KOMPAS.com - Dua orang tewas akibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan truk tangki bermuatan bahan bakar minyak terbakar di Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (1/12/1010) malam.

"Kami masih belum bisa mengidentifikasi korban yang meninggal, namun dugaan sementara sopir dan kondektur truk bermuatan kayu yang menabrak rumah warga di tepi jalan," kata Kapolsek Sempolan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zainuri.
Menurut dia, kecelakaan beruntun diduga menjadi penyebab sebuah truk bermuatan 16.000 liter BBM jenis premium dari arah Banyuwangi menuju Jember terguling.
Sebagian premium di dalam tangki tumpah dan terbakar hingga memunculkan suara ledakan beberapa kali. Bahkan, sebuah rumah yang berada di sekitar lokasi kejadian ikut terbakar.
"Petugas belum berani masuk ke dalam rumah warga yang terbakar dan rumah yang ditabrak sebuah truk bermuatan kayu itu, karena kondisi rumah nyaris ambruk," ujarnya.
Hingga kini, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan beruntun dan terbakarnya truk tangki bermuatan BBM tersebut.
"Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara, namun dua orang dipastikan meninggal di lokasi. Kemungkinan sopir dan kondektur truk yang mengangkut kayu," kata Kapolsek.
Dua jenazah korban telah dibawa ke Instalasi Kamar Mayat Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, sedangkan petugas masih berusaha mengevakuasi bangkai truk bermuatan BBM itu.
Seluruh kendaraan baik dari Jember maupun Banyuwangi belum bisa berjalan melalui Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, karena bangkai truk bermuatan BBM jenis premium masih melintang di tengah jalan dan hangus terbakar.
"Jalur lalu lintas Jember-Banyuwangi lumpuh total dan menyebabkan kemacetan panjang, karena petugas belum berhasil mengevakuasi bangkai truk bermuatan BBM," tambahnya.
Selain kecelakaan beruntun dan terbakarnya truk tangki BBM di Desa Sumberjati, lanjut Zainuri, lalu lintas di jalur Gunung Kumitir yang menghubungkan Jember-Banyuwangi longsor di kilometer 35.
"Longsor itu menutup separuh jalan, namun kendaraan berjalan padat merayap karena digunakan satu jalur. Pengendara harus bergantian untuk melewati jalur yang tertimbun longsor itu," katanya.
Ia mengatakan, petugas segera membersihkan tanah longsor itu, supaya jalur lalu lintas di kawasan Gunung Kumitir bisa dilalui.
"Jalur Kumitir bisa dilalui meski padat merayap, namun di lokasi terbakarnya truk bermuatan BBM belum bisa dilalui hingga malam ini," katanya.
sumber dari ANT
Petugas belum berani masuk ke dalam rumah warga yang terbakar dan rumah yang ditabrak sebuah truk bermuatan kayu itu, karena kondisi rumah nyaris ambruk.
-- Kapolsek Sempolan, AKP Zainuri
Menurut dia, kecelakaan beruntun diduga menjadi penyebab sebuah truk bermuatan 16.000 liter BBM jenis premium dari arah Banyuwangi menuju Jember terguling.
Sebagian premium di dalam tangki tumpah dan terbakar hingga memunculkan suara ledakan beberapa kali. Bahkan, sebuah rumah yang berada di sekitar lokasi kejadian ikut terbakar.
"Petugas belum berani masuk ke dalam rumah warga yang terbakar dan rumah yang ditabrak sebuah truk bermuatan kayu itu, karena kondisi rumah nyaris ambruk," ujarnya.
Hingga kini, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan beruntun dan terbakarnya truk tangki bermuatan BBM tersebut.
"Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara, namun dua orang dipastikan meninggal di lokasi. Kemungkinan sopir dan kondektur truk yang mengangkut kayu," kata Kapolsek.
Dua jenazah korban telah dibawa ke Instalasi Kamar Mayat Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, sedangkan petugas masih berusaha mengevakuasi bangkai truk bermuatan BBM itu.
Seluruh kendaraan baik dari Jember maupun Banyuwangi belum bisa berjalan melalui Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, karena bangkai truk bermuatan BBM jenis premium masih melintang di tengah jalan dan hangus terbakar.
"Jalur lalu lintas Jember-Banyuwangi lumpuh total dan menyebabkan kemacetan panjang, karena petugas belum berhasil mengevakuasi bangkai truk bermuatan BBM," tambahnya.
Selain kecelakaan beruntun dan terbakarnya truk tangki BBM di Desa Sumberjati, lanjut Zainuri, lalu lintas di jalur Gunung Kumitir yang menghubungkan Jember-Banyuwangi longsor di kilometer 35.
"Longsor itu menutup separuh jalan, namun kendaraan berjalan padat merayap karena digunakan satu jalur. Pengendara harus bergantian untuk melewati jalur yang tertimbun longsor itu," katanya.
Ia mengatakan, petugas segera membersihkan tanah longsor itu, supaya jalur lalu lintas di kawasan Gunung Kumitir bisa dilalui.
"Jalur Kumitir bisa dilalui meski padat merayap, namun di lokasi terbakarnya truk bermuatan BBM belum bisa dilalui hingga malam ini," katanya.
sumber dari ANT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar